Wahai jiwa-jiwa yang hidup di dalam tubuh yang begitu banyak menerima karunia ..
Jangan hanya melihat tubuh sebagai sesuatu yang membawamu menikmati dunia, tetapi lihatlah ia sebagai amanah yang suatu hari akan dikembalikan dan dipertanggungjawabkan ..
Mata yang diberikan kepadamu bukan sekedar agar kau dapat melihat keindahan, tetapi juga agar engkau mampu membedakan apa yang layak dipandang dan apa yang seharusnya kau palingkan ..
Lisan bukan hanya alat untuk menyampaikan keinginan, melainkan jalan yang dapat mengangkat derajat seseorang melalui kebenaran atau menjatuhkannya lewat dusta, fitnah, penghinaan dan perkataan yang melukai ..
Tangan bukan hanya untuk mengambil apa yang kau inginkan, tetapi juga untuk memberi, menolong, menjaga dan menahan diri dari kedzaliman ..
Kaki bukan sekedar alat untuk membawamu menuju berbagai tempat, tetapi ia dapat menjadi jalan menuju kebaikan atau langkah menuju sesuatu yang mendatangkan penyesalan ..
Setiap anggota tubuh yang hari ini tunduk pada keinginanmu pada hakikatnya sedang berada dalam masa pinjaman yang tidak pernah kau ketahui kapan berakhirnya. Jangan sampai manusia begitu pandai menjaga sesuatu yang dianggap berharga didunia, tetapi lalai menjaga karunia-Nya yang melekat pada dirinya sendiri. Jangan sampai harta dijaga dengan begitu cermat, sementara pandangan dibiarkan liar; nama baik dijaga sedemikian rupa, sementara lisan mudah merendahkan; rumah dijaga agar tidak dimasuki pencuri, sementara hati dibiarkan dipenuhi kesombongan, iri, dan kebencian. Sebab kerugian terbesar bukan ketika seseorang kehilangan sesuatu yang dimilikinya, tetapi ketika ia menggunakan sesuatu yang Allah percayakan kepadanya untuk menjauh dari Allah.
Janganlah hidup seolah-olah engkau adalah pemilik mutlak atas semua yang berada dalam genggamanmu. Kau hanyalah seorang hamba yang sedang diberi kesempatan menjaga apa yang Allah amanahkan kepadamu sampai batas yang telah Dia tetapkan.
Maka rawatlah amanah itu dengan syukur, gunakanlah dengan ketaatan, dan jangan biarkan nikmat menjadi alasan untuk ingkar kepada-Nya. Sebab pada akhirnya, bukan banyaknya karunia yang pernah singgah dalam hidupmu yang akan membuat kepulanganmu bernilai, melainkan apa yang kau lakukan dengan karunia tersebut ketika ia masih berada ditanganmu. Ketika nafas terakhir telah tiba, tubuh kembali kepada tanah, dan seluruh kekuatan yang dahulu kau gunakan telah berhenti, tidak ada lagi yang dapat kau bawa selain amal yang telah kau tanam.
Wahai jiwa-jiwa manusia yang masih diberi nafas, kesehatan, kesadaran dan kesempatan untuk menentukan kemana kehidupanmu diarahkan. Jangan tunggu sampai nikmat itu berubah menjadi kenangan untuk menyadari betapa luasnya kasih sayang Allah yang selama ini menyertaimu. Jangan menunggu tubuhmu tidak lagi kuat untuk menghargai kekuatan yang hari ini masih kau miliki, jangan menunggu sakit datang untuk memahami mahalnya kesehatan, jangan menunggu usia menggerus kemampuan untuk menyadari bahwa masa muda pernah menjadi kesempatan yang begitu besar, dan jangan menunggu ajal berdiri dihadapanmu untuk menyesali amal yang dahulu dapat kau kerjakan dengan mudah.
Setiap hari yang masih diberikan kepadamu sebenarnya adalah ruang yang Allah bukakan agar engkau dapat memperbaiki kesalahan sebelum menjadi penyesalan, menghapus dosa dengan taubat, mengembalikan hak yang pernah kau ambi, meminta maaf kepada hati yang pernah kau lukai, serta memperbanyak amal yang mungkin kelak menjadi cahaya ketika tidak ada lagi kesempatan untuk menambahnya. Betapa menyedihkan apabila seseorang baru memahami bahwa dirinya sedang berada dalam limpahan rahmat setelah rahmat itu satu demi satu diambil dari-Nya.
Ingatlah satu nafasmu adalah titipan-Nya ..
Satu ruh adalah amanah-Nya ..
Satu jasad adalah pinjaman-Nya ..
Dan setiap organ tubuh adalah karunia-Nya ..
Lalu atas dasar apa kau meninggi? jika segala sesuatu hanyalah milik-Nya ..
Gunakanlah segala hal yang menjadi titipan dan pemberian sebagai alat untuk meraih keridhoan-Nya di dunia maupun di akhirat ..
Lanjutkan Membaca
Materi ini eksklusif untuk jamaah dan member terdaftar. Masuk sekarang untuk membaca selengkapnya, menyimpan materi, dan berdiskusi.
Sudah punya akun? Masuk di sini